3. Kabar dari Sahabat
Adnan adalah orang yang sederhana, tapi dia selalu memberikan cintanya dengan tidak sederhana. Dia selalu menganggap bahwa cinta yang begitu tulus yang ia berikan kepada seseorang adalah anugerah Tuhan yang sepatutnya jangan disia-siakan. Begitu kuat idealismenya, sehingga terkadang ia tak mendengar nasehat-nasehat dari sahabatnya dan kemudian merasakan sakit karena di tinggalkan. Terkadang cinta memang membodohkan seseorang, membutakannya dari realitas yang ada. Namun terkadang juga, cinta yang begitu tulus yang diberikan kepada seseorang, dapat mengubah realitas menuju keindahan cinta yang sejujurnya ada.
Selepas Tiara pergi, setiap minggunya Adnan selalu mengirimkan pesan singkat yang isinya menanyakan kabar dan memberikan semangat kepada Tiara. Meskipun tak ada satupun dari pesannya yang di balas oleh Tiara, ia tetap mengirimkan pesan tersebut. Setengah tahun berlalu, ia masih sangat berharap bahwa tiara masih menyimpan rasa yang sama di Jogja sana. Namun di bulan berikutnya, seorang teman karibnya di SMA tiba-tiba memberikan kabar melalui pesan singkat, bahwa ia ingin segera bertemu dengan Adnan karena ada sesuatu yang harus Ia bicarakan. Selly, ya itulah nama teman karibnya yang ingin bertemu dengan Adnan. Semenjak SMA, Adnan memang sering sekali menjadi teman curhatnya Selly, karena sifat Adnan yang perduli dan dapat menjaga rahasia orang lain. "Assalamu'alaikum Ad, apa kabar? lagi sibuk ga? ada sesuatu yang ingin aku bicarain sama kamu, kamu ada waktu?" begitulah isi pesan singkat dari Selly. "Wa'alaikummussalam, Alhamdulillah sel, aku sehat, kamu gimana? ngga sibuk2 amat sih, kamu mau ketemu kapan? insyaalloh nanti aku usahain" jawab Adnan. "Alahmdulillah aku jg sehat Ad, wah beneran Ad? makasih ya! kalo hari minggu besok gimana?" ujar Selly. "Iya sama2, minggu besok ya? ok deh, kebetulan aku juga lagi ga ada acara. Di tempat biasa ya?" balas Adnan. "Iya, udah lama juga ga kesana, y udah aku pamit dlu ya, mau brgkt kerja dulu!" Balasan selly mengakhiri percakapannya dengan Adnan di pesan singkat.
Dalam benaknya Adnan sedikit penasaran, sudah setahun lamanya terakhir kali selly curhat kepadanya. Mungkin memang ada hal penting yang tidak bisa Selly pendam sendiri. Tapi Adnan tidak mau bersuudzon, karna bagaimanapun dia belum tau pasti apa yang akan selly sampaikan di hari Minggu nanti.
Minggu paginya Adnan sudah bersiap untuk bertemu dengan Selly di sebuah kafe kecil di sudut kota Banjar. Kafe yang dulunya sering dijadikan tempat nongkrong Adnan dan teman2nya semasa SMA. Di jamnya sudah menunjukkan jam 9 pagi, ia sudah menunggu di dalam kafe. Tak lama kemudian Selly masuk ke dalam kafe, dan Adnan berdiri untuk menyambut kedatangannya. Namun tiba-tiba Selly berlari menuju ke arah Adnan dan memeluknya. Adnan sungguh terkejut dengan apa yang terjadi. Isak tangis kemudian terdengar pelan. Adnan tak tahu apa yang harus dia lakukan saat itu. Tapi tak lama kemudian selly melepaskan pelukkannya dan meminta maaf kepada Adnan karena telah membuatnya terkejut. Setelah itu keduanya duduk, dan keheningan memulai pembicaraan di pagi itu.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar